Eksistensi Tagor Siagian di Dunia Fotografer Panggung

TGR DAN EET SYAHRANIE '12Seorang fotografer kelahiran Amerika yang sejak dulu menyukai musik ini memang sudah lama menekuni dunia fotografer. Awal mula menjadi fotografer yaitu dengan naik ke atas panggung dan mencoba memotret. Sekarang sudah menjadi Direktur foto Lassak Imaji Photo Synergy dan Direktur Eksekutif Berizik Marketing, Communication & Documentation.

Mengapa Bapak menyukai fotografer panggung ?

Karena saya menyukai musik dan tidak bisa memainkan alat musik.  Tetapi, keinginan saya cukup besar untuk naik ke atas panggung. Jadi, salah satu caranya adalah saya memanfaatkan hobi saya yaitu memotret. Awalnya ketika saya kecil saya lahir di Amerika dan menyukai musik. Pada jaman kecil idola saya adalah “The Beatles dan Rolling Stone”, saya lihat di majalah-majalah dan foto mereka bagus, menarik. Dari situlah saya terinspirasi untuk mencoba dan membuatnya hingga sampai sekarang saya menyukai fotografi.

Apa hal yang berkesan pada saat melakukan foto panggung ?

Hal yang menurut saya paling berkesan adalah ketika saya memotret konser Rolling Stone dalam tour Poodoo Lounge tahun 1995 di Sydney Australia dengan biaya pribadi.

Dalam mengambil angle foto panggung, apakah ada teknik khusus untuk mendapatkan hasil foto yang bagus ?

Kalo untuk mengambil angle foto yang bagus satu hari  sebelum acara kita harus survey tempatnya terlebih dahulu.

Kendala apa saja yang terjadi ketika sedang memotret ?

Kendalanya adalah tanda pengenal untuk meliput dan penyelenggara yang melakukan event tersebut dan harus mempunyai susunan acara karena itu sangat sulit didapat.

Bagaimana kesan bapak setelah mendirikan agen foto Lassak Imaji ?

Saya merasa bangga dan puas mendirikan agen foto ini, awalnya saya mendirikan agen ini pada tahun 1980 dan dulu saya mengakomodir tentang foto-foto SLANK.

Proyek fotografer terbaru apa yang sedang dikerjakan sekarang dan seorang dosen ?

Saya hanya fokus pada foto panggung Indonesia yang sudah saya jalani selama 27 tahun.

Bagaimana perjalanan karir bapak dari awal sebelum menjadi fotografer dan seorang dosen ?

Pertama saya freelance menjadi wartawan lepas pada jaman kuliah semester 6, ditahun 1984 foto saya dimuat di koran Sinar Harapan , dari situlah awal karir saya menjadi fotografer.

Cara apa yang dilakukan untuk menghandle waktu dalam dua profesi yang bapak lakukan sekarang ?

Jadwal saya menjadi dosen hanya seminggu sekali, lagi pula saya mengajar tentang fotografi  jurnal. Jadi, masih menyangkut dengan kegiatan sehari-hari saya yang menjadi agen foto dan wartawan lepas. Tinggal hanya memanage waktu yang baik agar semua terhandle dengan baik.

Siapa orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan bapak hingga saat ini ?

Orang yang berpangaruh bagi saya yaitu senior saya waktu kuliah Alm Julian Sihombing yang bekerja menjadi fotografer di Kompas dan waktu itu saya di majalah Jakarta – Jakarta , di jaman kuliah saya menyebutnya dewa fotografer dan beliau banyak memberikan contoh dan ilmu tentang fotografi. HJ/@tatatatsky

sumber gambar : @tatatatsky

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s