Wismoyo Si Pembalap Liar

IMG-20121204-WA0003Aksi balapan liar hingga saat ini sering terjadi di Jakarta Selatan. Masih banyak pemuda yang menggunakan beberapa tempat untuk dijadikan arena balap liar. Beberapa wilayah yang sering dijadikan arena balap liar diantaranya wilayah Fatmawati (tepatnya di depan Lotte Mart), Antasari (tepatnya di bawah fly over baru Cilandak), Pondok Indah (tepatnya di sebelah gedung Fedex, Pondok Pinang). Informasi ini kami ketahui dari Polsek setempat dan beberapa pengakuan warga. Setelah kami mengetahui tempat-tempat tersebut kami pun langsung meluncur untuk memastikannya.

Malam itu suasana terlihat lengang dan sepi, karena pada saat itu sedang ada polisi berpatroli di sekitar mini market (Circle K), Fatmawati. Di saat kami sedang berkeliling mulai dari area Fatmawati terlihat sangat sepi dan belum terlihat pembalap liar yang berkumpul. Di tempat lain (Antasari) terlihat dua mobil patroli yang sedang parkir di pinggir jalan untuk berjaga. Di Pondok Indah sebelah gedung Fedex pun jalan terlihat sepi tidak ada tanda-tanda adanya balapan liar.

Tepatnya di depan Lotte Mart. Disana sudah mulai ramai dikunjungi para pembalap liar. Kami pun bertemu seorang pembalap liar yang bernama Wismoyo dengan membawa motor balap MIo, ia pun terkesan panik, mengira kami adalah intel (polisi) sehingga dia meminta tanda pengenal untuk memastikan bahwa kami bukan aparat kepolisian. Setelah pemuda pembalap liar mengetahui identitas kami, mulailah wawancara kami dengan Wismoyo di suatu warung rokok tepatnya di samping Lotte Mart.

Dengan gaya berpakaian lengan pendek dan celana jeans yang terlihat rapi tentu jauh dari kesan urakan. “Saya mulai menggemari balap liar sejak tahun 2009” ujar pemuda berusia 17 tahun. Pada saat itu dia ditemani oleh rekannya yang sesama pembalap liar. Suasana disana mulai ramai banyak pembalap liar lalu lalang. “Awal mulanya hanya ikut ajakan teman untuk menonton balap liar, namun setelah itu saya tergiur untuk mencobanya”. Ujar Wismoyo. Di tengah-tengah kami mewawancarai Wismoyo terlihat mobil polisi berpatroli di daerah Fatmawati, banyak pembalap liar yang segera pergi untuk melarikan diri dari kejaran polisi.  “Pernah ada beberapa patroli yang pernah kami (pembalap liar) membayar Rp 300.000 tetapi untuk pembalap liar yang taruhannya diatas 5 juta. Polisi itu mengawasi jalannya balap liar, tetapi hanya satu kali balap. Setelah itu para patroli boleh mentertibkan para pembalap liar”. Ujar pemuda pembalap liar itu.

Terlihat disana spesifikasi motor balap liar diantaranya seperti motor Mio, Jupiter, dan Rx-King. “Sebelum balap liar saya dan lawan sama-sama sepakat untuk adanya persetujuan mulai dari mesin yang harus sama satu jenis, sampai start yang harus berjalan dengan bersamaan”. Ujar Wismoyo. HJ/@moiividiao 

sumber foto : @moiividiao

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s